Skip to main content

Posts

Bertaruh Di Selat Malaka

spin of buku "cerita secangkir kopi di kampong glam " oleh: Mas Joko Hari masih gelap ketika aku di bangunkan makci ku “ to ..! to..! bangun .. itu pak haji Rahman nyari engkau ..” mmmmm.. iya mak..” dengan malas akhirnya aku bangkit menuju ruang tengah rumah kami sambil menuju kamar mandi di belakan rumah ku ambil sepotong roti “ maak.. bilang sama pak haji nanti saya menyusul..” Namaku sebenar nya adalah joko tapi di tempat tersebut saya di panggil haryanto , saya sendiri lupa kenapa sampe saya di panggil Haryanto di lingkungan keluarga baru saya itu dan tak terasa saya sudah hampir tiga tahun hidup jadi bagian nya . “ Mak mana Roslinah ..? ” “ biasa la to.. “ kata makci sambil nunjuk arah kamar nya Roslina “dasar..! “ kataku sambil masuk ke kamarku untuk segerah bergegas ke tempatnya Haji Rahman tempatku bekerja sebagai awak perahu pompongnya. Kami tinggal di pulau Setoko tepatnya di jembatan tiga Barelang di gugusan kepulauan Riau aktifitas ke...

Catatan Prajurit di daerah Konflik

sebuah Buku hasil catatan pribadi Letnan Kolonel Caj. Hikmat Israr, terbitan Budaya Media Bandung (2012). saya tidak akan mengutip secara keseluruhan isi buku tersebut. Cuma yang menyangkut tentang latar belakang pelaku, aspek kemiliteran, kondisi medan, dan pendapat penulis selama bertugas di Ambon. Semoga sedikit sebanyak kita mendapatkan manfaat dan merasa begitu pentingnya sebuah kedamaian di tengah takdir bahwa kita hidup di bangsa yang majemuk ini. Untuk mendapatkan bukunya, silahkan mengunjung toko-toko buku terdekat di daerah anda. Buku ini mulai diedarkan per Februari 2012. pendidikan Sekolah Lanjutan Perwira Setelah bertugas kurang lebih 5 tahun di Brigade Infanteri 15/Kujang Siliwangi dari pangkat Letnan Satu hingga Kapten dengan jabatan organik Pabintal Brigif, ditambah dengan jabatan lainnya seperti Parohis Yonif 310 Brigif 15, dan Palakhar Kasiter Brigif 15, maka setelah melewati tes kesamaptaan dan jasmani langsung ditongkrongi oleh Danbrigif Kolonel...

Fenomena Save aleppo dan bangsa kita

Beberapa hari ini kita sering mendengar kata #save_Aleppo , sebenarnya  tidak ada yang yang salah tentang itu sebab itu bentuk rasa simpati kita sebagai sesama muslim , tapi pernah kah kita berfikir kenapa sampai terjadi peristiwa yang begitu memilukan tersebut. Konflik suriah bukan terjdi saat saat sekarang ini saja konflik di sana sudah terjadi sejak tahun 2011 dan sudah menelan korban di perkirakan mencapai 470 ribu jiwa belum lagi separuh penduduknya menjadi pengungsi di berbagai negara terutama di turki, yordania dan juga beberapa negara uni eropa. Saya tidak mau membahas tentang Aleppo saja sebab hal yang sama terjadi juga di seluruh suriah, yaman, libya dan beberapa negara di afrika utara lainnya, tapi marih kita sama sama renungkan kenapa semua itu bisa terjadi di sana, di samping rasa simpati terhadap sesama muslim yang harus tetap kita hidupkan. sebab harus kita akui di negara kita yang tercinta ini ada segelintir orang yang mengidolakan bahkan ...

indramayu under cover

kenapa denganmu may..?apa aku salah jika datang ke tempatmu ? kenapa diam..? “baiklah..aku pergi “ ku tinggalkan meja tempat kami duduk “karena aku pikir dia terganggu dengan keberadaan saya di sana. tunggu..! “di tariknya tanganku ketika aku akan meninggalkan tempat tersebut, “ maafkan may mas..dengarkan may dulu, “ lalu kenapa kamu hanya diam ..?! “kataku , “ besok saya temui kamu di kos2an “ ku tinggalkan dia karena saya terlanjur kesal dengan sikapnya tadi. awas jangan lupa nanti jam satu saya ke kosan kamu..! “ malam masih memainkan keindahannya , lalulalang kaki kaki jenjang menggoda setiap mata yang memandangnya , ku arahkan motor matic saya ke kedai kopi yang ada di sebrang jalan mas kopi sumbawa ..! “ lagunya jamrud mengalun dari live performennya band indie kota kami menemani kesendirian saya. hubungan saya dengan may memang sudah terlanjur rapat, saya sudah menganggap dia bagian dari kehidupan saya, tapi saya masih belum berani untuk meminta dia berh...

yang tersisa....

Ah, hidup memang aneh Salam perpisahan  Haruskah terucap kan lagi..?  Seribu tahun aku ingin di dekatmu Di pojok jalan itu Satu jam lebih, aku duduk memandangi rumah itu, sepertinya usahaku akan sia-sia sebab jejaknya pun sekarang tak berbekas yang ada hanya sisa kehangatan senyumnya belaka. Aku bangkit dan melangkah lagi menuju perempatan jalan yang biasa kami bermain, aku tinggalkan coretan kecil tanda di sebuah tiang penanda parkir. Aku berharap jikapun aku gagal menemukannya semoga suatu hari nanti dia menemukan dan membaca tanda ini, tanda yang hanya kami berdua mengerti agar beban dosa yang aku tanggung sedikit berkurang. Jalanan makin sepi, aku putuskan kembali ke hotel melewati jalan Arab Street, sepanjang perjalan aku hanya bisa berharap dan berharap akan keajaiban saja. Tak sengaja aku melihat sebuah rumah yang masih menyala lampunya dan terlihat ada dua orang yang sedang berbincang, sepertinya sepasang suami istri, tapi yang menarik perhatianku adalah ...